Salah satu acara yang ditunggu *kalau ingat :D* di hari Sabtu siang adalah acara Damai Indonesiaku, yang berisi ceramah para alim ulama. Tapi saya dan suami entah kenapa menunggu2nya kalau yang ngisi Aa Gym.. Ada faktor “kangen” kali yah, jaman duluuu memang suka ngikutin ceramahnya ketika beliau sering muncul. Nah dari ceramah beliau yang hampir tiap minggu ada di tv ituh, rasanya ada dua poin yang pasti selalu disinggung, yaitu:
- Kita yang saat ini adalah karena kemurahan Allah dari menutup aib-aib kita. Maksudnya, janganlah sampai kita sombong dan bangga atas apa yang dimiliki, atau yang terlihat dari kita sekarang. Apalah kita ini seandainya Allah membeberkan aib-aib kejahilan kita kepada dunia, dan Allah bisa dengan mudah melakukan hal tersebut. Na’udzubillaahi min dzaalik.
- Janganlah hidup bergantung pada orang, dan janganlah hidup dari penilaian orang. Dua hal tersebut biasanya panjang lebar dijabarkan beliau dengan indahnya (karena aplikasinya yang bermacam). Tapi intinya, jika hidup bergantung pada orang dan melulu mendengarkan penilaian orang, kita yang akan susah sendiri hidupnya. Dan akan dengan mudah menggiring kita ke arah yang tidak baik. Na’udzubillaahi min dzaalik. Serahkanlah semua kembali kepadaNya, hanya kepada Allah kita bergantung, dan hanya penilaian-Nya lah yang berarti.
Sekian sedikit share, semoga bermanfaat.. :)
-
nandanovita liked this
-
syva posted this